Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tempat Memupuk Santun


"Sekolah Tinggi Bukan Alasan untuk Sombong, Justru Tempat Memupuk Santun"

Pernahkah kita melihat mahasiswa yang bicara keras, meremehkan orang lain, atau bersikap seenaknya? Ironis memang. Mereka yang mengenyam pendidikan tinggi justru kadang lupa pada ajaran paling dasar: sopan santun dan rendah hati.

Padahal, sejak kecil di rumah, orang tua mengajarkan: "Bicaralah yang lembut, hormati yang lebih tua." Di sekolah dasar pun guru selalu mengulang: "Permisi, maaf, tolong, dan terima kasih" adalah kunci hati yang mulia.

Lalu, mengapa setelah masuk perguruan tinggi, sebagian justru berubah menjadi arogan? Merasa paling pintar, paling benar, dan meremehkan yang tidak segelar?

Mari kita luruskan. Sekolah tinggi seharusnya menjadi tempat di mana ilmu dan akhlak berjalan beriringan. Bukan malah meninggalkan sopan santun. Justru di bangku kuliah, kita belajar bahwa semakin tinggi ilmu seseorang, semakin rendah hati ia seharusnya. Karena ia semakin sadar betapa luasnya dunia dan betapa kecilnya dirinya.

Bayangkan jika seorang calon sarjana bicara kasar pada orang tuanya, atau merendah-rendahkan petugas kebersihan kampus. Ilmu apa yang berguna jika hati tetap kering? Ilmu tanpa santun hanya akan menjadi pisau yang melukai lingkungan sekitar.

Sopan santun bukan tanda kelemahan. Justru itu kekuatan. Orang yang bisa menjaga tutur kata dan sikap di tengah panasnya perdebatan akademik adalah pribadi yang benar-benar dewasa. Rendah hati tidak berarti bodoh; ia adalah mahkota bagi mereka yang berilmu.

Ilmu yang sejati adalah yang membawa manfaat: membuat kita lebih sabar, lebih bisa mendengar, lebih peka terhadap sesama, dan lebih bijak dalam bertindak sehari-hari. Baik di kampus, di rumah, maupun di tengah masyarakat. Lingkungan yang damai lahir dari lisan yang terjaga dan hati yang tawadhu.

Maka, mari kita balikkan stigma. Jadikan sekolah tinggi sebagai rumah bagi karakter mulia, bukan sarang kesombongan. Karena pada akhirnya, yang dikenang dari seseorang bukanlah gelarnya, melainkan bagaimana ia bersikap dan berbicara kepada orang lain.

"Orang berilmu yang santun adalah penerang. Orang berilmu yang sombong hanya pelita yang menyilaukan."

Semoga tulisan ini menginspirasi dan mengingatkan kita semua.

Kolom Komentar