Jangan Dihabiskan, Nanti Habis!
Pernah nggak sih, kamu ngerasa jadi "orang baik" versi tukang ojek online? Maksudnya, kamu selalu siap sedia dihubungi, siap bantuin, siap ngalah, dan siap-siap aja jadi tempat curhat keliling komplek. Tapi di sisi lain, kamu juga merasa kayak jadi baterai AAA yang dipakai buat remote TV: habis manis, sepah dibuang. Oke, mungkin itu agak lebay, tapi intinya gitu, kan?
Kebaikan itu, kalau diibaratkan, kayak kamu punya power bank dengan kapasitas 10.000 mAh. Awalnya kamu senang bisa nge-charge HP teman yang lowbat. Lama-lama, kamu sadar, ada aja yang minta charge, bahkan ada yang minta power bank-nya sekalian dibawa pulang. Kamu yang tadinya niat baik, jadi power bank berjalan yang ujung-ujungnya lowbat sendiri. Nah, lo.
Tahu Batasan Itu Kunci
Judul di atas bukan berarti kita jadi pelit atau nggak mau bantu sesama, lho. Bukan. Ini lebih ke soal etika dan tahu batasan. Beretika itu sebenarnya sederhana, kok. Nggak perlu pakai jargon "integritas" atau "profesionalisme" yang bikin kening berkerut. Beretika itu simpel: tahu diri dan tahu batasan orang lain.
Contoh kecil nih. Temanmu bilang, "Nanti kalau ada PR, kabarin ya, gua ikut nyontek." Mungkin dia niatnya bercanda. Tapi kalau kamu iyain terus, lama-lama dia jadi freeloader akademik. Kamu yang pusing mikirin tugas, dia yang santai scrolling TikTok. Itu namanya kamu memanfaatkan kebaikan temanmu (yang nggak tega nolak) untuk kepentinganmu. Lho, kok jadi gua yang salah? Hehe, iya, karena kadang kita nggak sadar posisi kita ada di mana. Bisa jadi kita yang selama ini jadi "pemakan kebaikan" orang lain, atau malah kita yang kelewat baik sampai jadi "makanan" orang lain.
Jangan Jadi "Orang Baik" yang Menjebak
Ada satu tipe orang yang sering banget memanfaatkan kebaikan orang lain tanpa sadar. Sebut saja namanya "Si Numpang Hidup". Ciri-cirinya:
· Suka bilang, "Tolong dong, please, cuma kamu yang bisa bantuin."
· Kalau kamu tolak, dia langsung pasang muka puppy eyes sambil bilang, "Yah, tega banget sih kamu."
· Suka ngutang tapi nggak ingat, padahal kamu yang ngutangin juga ngingat banget (secara batin).
· Kalau kamu lagi butuh, dia hilang ditelan bumi. Muncul lagi pas dia butuh something.
Nah, kalau kamu merasa jadi korban "Si Numpang Hidup", jangan diiyain terus, ya. Kebaikanmu itu bukan all you can eat buffet yang bisa diambil sepuasnya. Kamu juga berhak bilang, "Ehm, maaf, aku lagi nggak bisa bantu sekarang." Titik. Nggak perlu pakai penjelasan panjang lebar, nanti malah jadi debat kusir.
Etika Itu Sederhana: Tahu Diri dan Tahu Diri Sendiri
Jadi, gimana sih beretika yang dimaksud? Ya, gini:
1. Kalau minta bantuan, ingat batasan. Jangan minta orang lain ngorbanin waktu, tenaga, dan mentalnya buat kepentinganmu, apalagi kalau kamu sendiri nggak berusaha.
2. Kalau dibantu, jangan lupa diri. Ucapkan terima kasih, jangan jadi parasite yang setelah dapat ikan, lupa sama kailnya. Kalau bisa, balas budi, sekecil apapun itu.
3. Kalau nggak bisa bantu, jangan paksa. Kebaikan itu nggak bisa dipaksakan. Kalau orang lain bilang "nggak", ya sudah. Jangan baper.
4. Kalau kamu baik, jangan jadi people pleaser. Kamu nggak harus jadi superhero buat semua orang. Kadang, jadi orang baik yang tahu batas itu lebih sustainable daripada jadi "malaikat" yang ujung-ujungnya burnout sendiri.
Intinya, mari kita sama-sama belajar. Jadi orang baik itu boleh, malah wajib. Tapi jadi orang baik yang punya "rambu-rambu lalu lintas" juga penting. Biar nggak ada yang u galau karena dimanfaatin, dan nggak ada yang jadi tukang onar karena seenaknya sendiri.
Kebaikan itu mahal, jangan dijual murah. Yuk, mulai beretika dengan cara yang sederhana: hargai kebaikan orang lain, dan jangan menghabiskan stok kebaikan orang lain dengan seenak jidat. Karena kalau semua kebaikan sudah habis, yang tersisa hanyalah... ehm, rasa kesal yang terpendam. Nggak lucu, kan?
Oke, sampai di sini dulu curhatnya. Semoga bermanfaat, dan jangan lupa, jadi orang baik itu nggak harus jadi babu. Tetap jadi baik, tapi jangan jadi beban buat orang lain, ya!
💬 Kolom Komentar
Silakan masuk menggunakan akun Google Anda.